Oleh: haerunisa | Juli 24, 2008

LinDUNGi ANak

Presiden Ajak Lindungi Anak dari Kekerasan
Wednesday, 23 July 2008
ImageHARI ANAK: Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono berfoto bersama anak-anak saat perayaan Hari Anak Nasional di Jakarta kemarin.

JAKARTA (SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak para orangtua dan masyarakat memberikan pengasuhan dan perlindungan kepada anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Termasuk kekerasan dalam rumah tangga. ”Mari kita cegah dan kita hentikan tindakan-tindakan yang negatif dan tidak terpuji bagi anak-anak kita seperti kekerasan, eksploitasi dan perlakuan kasar, penelantaran, diskriminasi, juga perdagangan anak,” ujar Presiden SBY saat menyampaikan sambutan pada Hari Anak Nasional 2008 di Plaza Arsipel Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, kemarin.

Presiden juga meminta agar anak-anak dapat diasuh dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab. SBY menegaskan, pemerintah hingga kini terus berupaya untuk memenuhi hak anak-anak Indonesia sebagaimana diamanatkan Undang- Undang No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Anak Indonesia, lanjut Presiden, sesuai slogannya, ”Anak Indonesia Bisa”, di abad 21 harus bisa membuat Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera.

”Anak-anak Indonesia terbukti bisa, akan bisa, dan pasti bisa,” tandasnya. Pada puncak acara peringatan Hari Anak Nasional tersebut, Ida Ayu Upawita, delegasi dari Bali, dan Ahmad Syukri dari Sumatera Barat membacakan hasil Kongres Anak Indonesia VII 2008. Kongres tersebut dibuat di Kinasih Resort Bogor dan ditandatangani 10 anak perwakilan duta anak pendidikan, kesehatan, perlindungan khusus, partisipasi, dan jaringan anak.

Presiden SBY meminta seluruh jajaran pemerintah menindaklanjuti hasil Kongres Anak Indonesia 2008 tersebut. ”Saya minta hasil kongres ini ditembuskan kepada seluruh menteri termasuk juga kepada para gubernur, bupati, dan wali kota,” jelasnya.

Dari enam butir hasil kongres yang dirumuskan, hanya lima butir dibacakan kedua delegasi tersebut. Butir terakhir pernyataan hasil kongres tersebut adalah perlunya dibentuk kementerian anak untuk merespons kebutuhan anak di Indonesia. Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengungkapkan, poin keenam hasil kongres tersebut secara mendadak diminta untuk tidak dibacakan protokoler kepanitiaan Departemen Sosial (Depsos).

”Tentu kita menaruh rasa hormat kepada Presiden yang menyatakan bahwa hasil kongres itu harus ditindaklanjuti. Sayangnya, itu belum memuaskan, bahkan melukai hati anak ketika protokol mengatakan (butir keenam) tidak boleh dibaca,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah mengatakan, pembentukan kementerian anak saat ini masih belum dibutuhkan. Menurutnya, kemungkinan baru akan dibentuk 20 tahun mendatang, setelah perekonomian Indonesia membaik.(rarasati syarief)


Responses

  1. artikelnya kalau bisa tentang hobby nya ya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. hai ni yang punya siapa, peserta kongres buka .
    kalau peserta kongres masih inget ga ma aku Nursi dari Jwa Barat dari komisi perlindungan khusus.

  3. maaf nih bukan peserta kongres


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: